Perdipati Kotawaringin Seni dan Budaya Wisata sejarahnya

Sekitar Abad ke-15 sampai memasuki abad ke 20 Kesultanan kotawaringin yang Pemerintahannya berpusat di Kotawaringin sekarang Kecamatan kotawaringin Lama dikenal di berbagai Kerajaan yang ada di Nusantara bahkan sampai ke Mancanegara. Wilayah kekuasaan Kerajaan / kesultanan Kotawaringin sampai ke sebagian Wilayah Kotawaringin Timur, sebagaian wilayah kabupaten Seruyan saat ini tidak heran di kedua Wilayah tersebut ada bekas jejak kerajaan yang dapat dijadikan bukti sejarah Bahkan Pemerintahan Kerajaan Kotawaringin sampai ke sebagian Wilayah kabupaten Ketapang, kecamatan Sukadana Kalimantan barat. Raja I hingga raja ke-8 Pusat Pemerintahan masih berada di kotaringin, Setelah Sultan Imanudin di nobatkan menjadi Raja ke-9 Kerajaan Kotaringin Pusat Pemerintahan dipindahkan dari Kotaringin ke Pongkalan Buun atau pangkalan bun Sekarang. Pemindahan Pusat Pemerintahan ini salah satunya adalah pertimbangan Ekonomi dimana saat itu perdagangan antara pulau atau kerajaan kian meningkat bahkah perdagangan ketika itu sampai keluar negeri seperti china, malaysia erofa dan lain-lain terutama hasil hutan. Keturunan Sultan Imanudin dinataranya Sultan ke-XII yang bernama Sultan Pangeran Ratu Sukma Negara. Meskipun sudah dipindahkan perangkat kerajaan masih berada di kotaringin. Peralihan Pemegang Tampuk Kerajaan  dari Raja ke-XII Pangeran Ratu Sukma negara seharusnya kepada anaknya. Anak Pangeran ratu Sukma negara ini ada tiga yaitu : Pangeran Bagawan Kesuma Alam, Pangeran Kelanan dan Pangeran Penghulu. Untuk kepentingan agar tidak terjadi perselisihan dan jalannya pemerintahan kerajaan atas persetujuan anak dari Raja ke-XII Pangeran Ratu Sukma negara terutama anaknya yang bernama Pangeran bagawan dan Pangeran Kelana ditunjuklan keponakannya untuk menjadi Sultan/Raja ke-13 kerajaan Kotawaringin yaitu  dengan gelar : Pangeran Ratu Sukma Alamsyah. Meskipun dalam pengendalian Pemerintahan kerajaan Pangeran Begawan Kesulam dinobatkan menjadi raja Muda Kotaraingin dengan Gelar Pangeran ratu Bagawan Kesuma Alam dan Pangeran Kelana ditetapkan sebagai Perdipati ( Perdana Mentri ) dengan gelar Pangeran Kelana Perbuwijaya. Pangeran Kelana Perbuwijaya ( perdipati ) mempunyai Putra namanya Pangeran Surya yang dijodohan (kawin ) dengan saudara sepupu sekali yaitu anak dari Pangeran Bagawab Kesuma Alam ( Raja Muda ) yang bernama Ratu Margasari ( Ratu Surya ). Jadi dapat disimpulkan Perdipati Kotaringin Bukanlah dibawah kendali Raja ke-13 Kesultanan Kotaringin justru secara struktur eksistensi Perdipati  kerajaan Kotawarinin ketika itu mempunyai kewenangan strategis dan menentukan. Rumah Astana Alnusari saat ini bukan lah milik kerajaan tetapi adalah milik pribadi Pangeran kelana Perbuwijaya yang juga sebagai Perdipati/Perdana mentri, sementara untuk Istana dan kegiatan administrasi kerajaan tempatnya di Danau asam, sekarang masih tersisa puning2nya, oleh karena Keperdipatian Kotaringin dapat dijadikan pusat pengembangan seni dan kebudayaan dan wisata sejarah selain Istana Lawang Kuning dan Rumah Mangkubumi di Pangkalan bun. Cucu dari Perdipati Kotaringin, Pangeran Kelana Perbuwijaya antara Lain : Putri Asyifah Indra majelis, Gusti Dumai Anas, Gusti Mashuda, untuk buyutnya yang ada seperti : Gt.Djendro Suseno, Raden Kasiantini, Gustu Zahril, Gusti Imansyah, Gusti Rasyidinsyah, Gusti Salehansyah, Utin Margawati, Utin Sarimastora. Dari nama-nama tersebut juga dapat memberikan informasi tetang Keperdipatian Kerajaan kotaringin, 

Komentar